Dede Kurniadi Rotating Header Image
viewporntube indobokep classicrentcar borneowebhosting informasiku pontitravel pontiarmada classicborneorentcar

Pemrograman

Aplikasi Kendali Perangkat Listrik Menggunakan Port Printer/Parallel Port dan Borland Delphi

Dewasa ini, komputer atau disebut PC sudah berada hampir di semua Rumah, Gedung atau perkantoran. Kebanyakan komputer lebih sering digunakan untuk keperluan ketik-mengetik, film, musik dan permainan. Padahal komputer juga bisa digunakan untuk keperluan pengontrolan peralatan listrik rumah tangga seperti lampu, kipas angin dan lain-lain dengan memanfaatkan Paralel Port (Port printer) pada komputer tersebut.

Dalam dunia komputer, port adalah satu set instruksi atau perintah sinyal dimana microprocessor atau CPU (Central Processing Unit) menggunakannya untuk memindahkan data dari atau ke piranti lain. Penggunaan umum port adalah untuk berkomunikasi dengan printer, modem, keyboard dan display. Kebanyakan port-port komputer adalah berupa kode digital, di mana tiap-tiap sinyal atau bit adalah berupa kode biner 1 atau 0.
Maka dalam project kali ini, aku mencoba memanfaatkan fungsi dari parallel port dengan membuat program aplikasi komputer beserta peralatan yang nantinya dapat digunakan dalam hal pengendalian perangkat listrik. Dalam hal pembuatan program aplikasi tersebut dibuat dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi versi 7 dan rangkaian Pengontrol Relay sebagai pengatur arus daya tinggi. Adapun untuk implementasinya nanti bisa diterapkan pada perangkat listrik yang ada di rumah.

Berikut ini screenshoot program yang aku buat.
Main Program Aplikasi

Menu Utama Program Aplikasi Sistem Kendali Perangkat Listrik Menggunakan Parallel Port

Project ini sebelumnya merupakan proyek tugas akhir aku sewaktu menyelesaikan program Diploma 3 Jurusan Teknik Informatika, dan masih dibilang sangat sederhana :), sengaja aku publish pertama kali di situs http://www.teknisoft.net, dan untuk kedua kalinya di Blog ini sebagai dokumentasi pribadi dengan melakukan perubahan seperlunya,

Untuk Membaca project Aplikasi Kendali Perangkat Listrik Menggunakan Port Printer/Parallel Port dan Borland Delphi selengkapnya dan download source code, component dan artikel lengkapnya silahkan klik link ini http://teknisoft.or.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=28

Related Search :

Membuat Rekursif dengan C++

He…. dach lama nich gak ngutak-ngatik C++, soale kebanyakan curhat melulu, nach kali ini kebetulan aku lagi mood ngutak ngatik bahasa pemrograman C++, mungkin aneh juga kenapa tiba-tiba aku jadi ngutak-ngatik lagi C++, mungkin ini dikarenakan kemarin-kemarin ada temenku yang lagi kuliah tingkat satu, nanya katanya “AA bisa bikin tugas tentang rekursif ga?” (Panggilan orang sunda sama anak laki-laki yang umurnya diatas dia) jawabku dengan singkat “aku dach lama tuch ga ngutak-ngatik rekursif, tapi yach apa boleh buat, yang nanyanya cewek, aku paling pantang untuk bilang tidak kalo yang minta pertolongannya tuch cewek, akhirnya yach aku juga jadi ngutak-ngatik lagi C++, padahal aku paling doyan klo ditanya permasalahan itu tentang pemrograman delphi atau pascal karena itu merupakan bahasa pemrograman favoritku, Lho kok jadi ngelantur :D, oke kita kembali kebahasan C++ kebetulan temenku yang nanya itu mempunyai permasalahnnya dengan soal sebagai berikut.

Soal Pertama, Dosennya itu menyuruh membuat sebuah fungsi rekursif dengan C++ yang menerima argumen suatu bilangan bulat 1 hingga n misalnya klo kita inputkan nilai n sama dengan 10 maka hasil output dilayar akan ditampilkan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

dan seterusnya sesuai nilai yang diinputkan.

Soal kedua masih sama dengan soal pertama tapi hasil outputnya merupakan kebalikannya misal klo kita masukan nilai n nya sama dengan 10 maka akan ditampilkan dilayar.

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1

Dengan semangat dan antusias yang tinggi, meskipun udah lama gak pake C++, akhirnya ketemu jawabannya seperti ini,
Jawaban soal pertama.

 

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void rekursif_angka(int);
main(){
int nomor;
cout<<“Silahkan masukan nilainya :”;
cin>>nomor;
rekursif_angka(nomor);
getch();
}
void rekursif_angka(int n){
if (n>=1){
rekursif_angka(n-1);
cout<<“\n”<<;;
}
}

Jawaban soal kedua.

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void rekursif_angka_terbalik(int);
main(){
int nomor;
cout<<“Silahkan masukan nilainya :”;
cin>>nomor;
rekursif_angka_terbalik(nomor);
}
void rekursif_angka_terbalik(int n){
if (n>=1){
cout<<“\n”<<;;
rekursif_angka_terbalik(n-1);
}
}

Nach Jawabannya simple kan, he…. yach itu sengaja aku tulis di Blog ini kemungkinan ada rekan mahasiswa yang lagi kuliah, dan mempunyai permasalahan soal seperti ini, jadi aku gak mubadzir untuk mempublikasikannya meskipun memang ini masih merupakan permasalahan dasar :).

Related Search :

membuat file dynamic link library dll menggunakan borland delphi

Sekilas Mengenai File Dynamic Link Library (DLL)

Dynamic Link Library atau DLL merupakan file yang berisi rutin (procedure dan function) yang dapat dipanggil dari file EXE maupun dari file DLL lain. Dengan meletakkan rutin-rutin pada file DLL (terpisah dari file EXE) maka terdapat beberapa keuntungan. Pertama, rutin-rutin yang bersifat umum dapat dipakai oleh beberapa aplikasi pada saat yang bersamaan dan hanya diperlukan satu copy di memory atau disk. Anda dapat mengatur supaya rutin-rutin yang terdapat pada DLL tersebut dimuat ke memory hanya saat diperlukan saja. Jika tidak diperlukan maka DLL tersebut dapat dibuang dari memory.

Dengan demikian aplikasi yang Anda buat dapat lebih menghemat penggunaan memory. Keuntungan kedua, aplikasi menjadi bersifat modular. Anda dapat melakukan update aplikasi yang Anda buat tanpa harus mengupdate file EXE. Dengan demikian Anda cukup menyertakan patches kepada program Anda tanpa Anda harus menyertakan seluaruh aplikasi.
Keuntungan lain adalah ukuran file EXE menjadi lebih kecil karena beberapa kode program diletakkan pada file DLL.

Baiklah Mari kita mulai untuk membuat file DLL., caranya sangat mudah. Mari kita mulai

1. Seperti biasa buka program Delphi Anda boleh Versi 5,6 atau 7.

2. Pilih menu File | New | Other | DLL Wizard pada Tab New. (Kebetulan saya menggunakan Delphi 7)

3. Kemudian terlebih dahulu anda simpan project tersebut dengan NgatesDLL.dpr.

Gambar 1. Dialog Penyimpanan Project *.dll

Gambar 2. Kalusa Library

4. Pada code editor dapat Anda perhatikan pada bagian paling atas terdapat klausa library. Hal ini menandakan bahwa proyek yang sedang dibuat adalah proyek file DLL.

5. Selanjutnya tambahkan form dari menu File | New Form. Form tersebut harus ditambahkan ke dalam project, yaitu dengan memilih menu Projet | Add to Project dan pilih file unit dari Form (Save as unit beri nama unitnya dengan SumberDLL.pas dan nama formnya FrmSumberDLL). Contoh DLL ini mempunyai dua method (satu procedure dan satu function) yang berfungsi untuk menampilkan form. Satu menggunakan Show dan satunya lagi menggunakan ShowModal.

6. Kemudian ketikan code berikut pada unis sumberDLL.pas dengan cara menekan tombol F12.

procedure ShowFormDLL;stdcall;
begin
Application.CreateForm(TfrmSumberDLL,FrmSumberDLL);
frmSumberDLL.Show;
end;

Prosedur di atas, pertama kali akan membuat form. Parameter nil digunakan, karena kita tidak mengetahui siapa pemilik (owner) formnya. Selanjutnya form yang baru dibuat tersebut akan ditampilkan dengan menggunakan method Show.
Untuk menampilkan form secara modal yaitu dengan cara membuat fungsi seperti dibawah ini..

function ShowFormDLLModal:integer;stdcall;
begin
Application.CreateForm(TfrmSumberDLL,FrmSumberDLL);
Result := frmsumberDLL.ShowModal;
end;

Perbedaan antara kode di atas dan kode sebelumnya adalah, bahwa kode di atas adalah function, sedangkan kode sebelumnya adalah procedure, kode di atas menggunakan ShowModal sedangkan kode sebelumnya menggunakan Show. Dengan menggunakan ShowModal Anda dapat mengetahui modal result dari form.
Pada kedua kode tersebut kita membuat form tapi tanpa pernah melakukan destroy, yang bisa mengakibatkan pemborosan memory (leaking memory). Oleh karena itu Anda perlu melakukan destroy pada form. Salah satu cara termudah adalah dengan menggunakan event OnClose dari form dan mengeset TCloseAction menjadi caFree. Berikut kode lengkapnya dan anda isikan pada form FrmSumberDll pada even OnClose.

procedure TfrmSumberDLL.FormClose(Sender: TObject; var Action: TCloseAction);
begin
Action := caFree;
end;

7. Langkah terakhir adalah melakukan eksport procedure ShowFormDLL dan function ShowFormDLLModal di atas sehingga dapat digunakan atau dipanggil oleh program lain.

Exports
ShowFormDLL,
ShowFormDLLModal;
begin
end.

8. Untuk membuat kode di atas menjadi file DLL pilih menu Project kemudian Build. kemudian lihat akan terbentuk file dengan nama NgatesDLL.dll

Gambar 3. File dll setelah di Build.

Adapun kode lengkapnya sebagai berikut :

library NgatesDLL;

{ Important note about DLL memory management: ShareMem must be the

first unit in your library’s USES clause AND your project’s (select
Project-View Source) USES clause if your DLL exports any procedures or
functions that pass strings as parameters or function results. This
applies to all strings passed to and from your DLL–even those that
are nested in records and classes. ShareMem is the interface unit to
the BORLNDMM.DLL shared memory manager, which must be deployed along
with your DLL. To avoid using BORLNDMM.DLL, pass string information
using PChar or ShortString parameters. }
uses
SysUtils,

Classes,

sumberDLL in ’sumberDLL.pas’ {FrmSumberDLL};

{$R *.res}

end.

File Unit sumberDLL.pas

unit sumberDLL;

interface
uses

Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,

Dialogs;
type

TFrmSumberDLL = class(TForm)

procedure FormClose(Sender: TObject; var Action: TCloseAction);
private
{ Private declarations }
public
{ Public declarations }
end;

var
FrmSumberDLL: TFrmSumberDLL;
implementation
{$R *.dfm}

procedure ShowFormDLL;stdcall;
begin
Application.CreateForm(TfrmsumberDLL,frmsumberDLL);
frmSumberDLL.Show;
end;

function ShowFormDLLModal:integer;stdcall;
begin
Application.CreateForm(TfrmsumberDLL,frmsumberDLL);
Result := frmsumberDLL.ShowModal;
end;

procedure TfrmSumberDLL.FormClose(Sender: TObject; var Action: TCloseAction);
begin
Action := caFree;
end;

Exports
ShowFormDLL,
ShowFormDLLModal;
begin

end.

Untuk mengtes pemanggilan file DLL yang telah dibuat adalah sebagai berikut.

1. Buat aplikasi baru dengan cara File | New | Application kemudian simpan nama projectnya PanggilDLL.dpr dan unitnya Upanggildll.pas pastikan lokasi penyimpanannya disatukan dengan folder tempat anda menyimpan file ngatesdll.dll yang telah dibuat sebelumnya untuk memudahkan proses pemanggilan.

2. Tambahkan component button pada tab standar lalu isikan captionnya “Tampilkan Form dari DLL”

Gambar 4. Form untuk mengetes pemanggilan file ngates.DLL

3. Kemudian double klik komponen button hingga muncul editor unit untuk event onClick dan isikan kode berikut:

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
type

TFrmSumberDLL=function:TForm;
Var
LibHandle:THandle;
FrmSumberDLL:TFrmSumberDLL;
tampil:TForm;
begin
libhandle:=loadlibrary(’ngatesDLL.DLL’);
if (libhandle=0) then
begin
Application.MessageBox(’File NgatesDLL.dll tidak ada! silahkan anda kopikan file DLL yangnanda buat tadi’,
‘Kesalahan Sistem’,MB_OK or MB_ICONHAND);
Application.Terminate;
end;

@FrmSumberDLL:=GetProcAddress(libHandle,’ShowFormDLLModal’
tampil:=FrmSumberDLL;
freeLibrary (libhandle);
end;

4. Setelah itu coba anda jalankan/running dengan menekan tombol F9. kemudian tekan tombol “ Panggil Form dari DLL” Maka program akan menampilkan Form dengan memanggil fungsi Showmodal (DLL) pada file NgatesDLL.dll di file dynamic link library yang anda buat pertama kali.

Gambar 5. Tes Pemanggilan Form dari file Dynamic NgatesDLL.dll

Mudahkan 🙂 cara membuat fila DLL. Sekarang anda bisa membuat project aplikasi yang lebih ringan karena dengan dibuatnya file dynamic, akan lebih menghemat memory ketika anda menjalankan aplikasi dan disamping anda akan lebih mudah dalam mengupdate aplikasi anda tanpa mencompile ulang lagi file *.exe (executable).

Related Search :

bagaimana caranya membuat nama alias secara langsung pada saat aplikasi dijalankan

Salah satu hal yang sering terjadi saat memindah aplikasi yang Anda buat dari satu komputer ke komputer lain adalah masalah nama alias. Seperti yang telah Anda ketahui, nama alias digunakan untuk menunjukkan letak database yang digunakan. Jika Anda memindah aplikasi ke komputer lain tanpa membuat sebuah alias baru maka akan muncul pesan “…….unknown database……..”.

Untuk mencegah hal tersebut Anda dapat menambahkan sedikit kode untuk membuat alias secara langsung (on the fly). Jadi saat aplikasi dijalankan, akan dicek dulu apakah nama alias yang digunakan sudah ada atau belum. Jika belum secara otomatis program akan membuatnya. Untuk membuat alias Anda dapat menggunakan prosedur AddStandardAlias yang dideklarasikan sebagai berikut:

AddStandardAlias(const Name, Path, DefaultDriver: String);

Parameter pertama (Name) adalah nama alias yang akan dibuat. Parameter kedua (Path) digunakan untuk menunjukkan letak database. Sedangkan DefaultDriver digunakan untuk menentukan jenis tabel. DefaultDriver harus berisi salah satu dari “Paradox,” “DBASE,” atau “ASCIIDRV”. Di bawah ini merupakan contoh cara membuat alias dengan Path menunjuk pada folder db di bawah folder dimana file exe terletak.

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
var
AliasBaru, Path : string;
begin
Path := ExtractFilePath (Application.ExeName) + ‘db’;
AliasBaru := ‘DBInventory’; // nama alias yang akan dibuat
// untuk mengecek apakah nama alias sudah ada atau belum
if not Session.IsAlias(AliasBaru) then
begin
//jika belum ada maka tambahkan nama alias
Session.AddStandardAlias (AliasBaru, Path, ‘PARADOX’);
end
else
begin
// jika sudah ada, hapus dulu
Session.DeleteAlias(AliasBaru);
Session.AddStandardAlias (AliasBaru, Path, ‘PARADOX’);
end;

// menyimpan nama alias pada file konfigurasi
Session.SaveConfigFile;
end